PALEMBANG – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan ditunjukkan oleh seluruh warga SLB Negeri Pembina Palembang. Dalam rangka memperkuat budaya bersih dan sehat, siswa, guru, serta staf sekolah bersinergi melaksanakan kegiatan kerja bakti massal dengan membersihkan area sekolah dan fasilitas umum di sekitar lingkungan sekolah, Senin (06/04/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program peduli lingkungan yang diusung sekolah untuk menanamkan karakter peduli kebersihan, sekaligus mendukung target sekolah dalam meraih predikat Sekolah Adiwiyata.
Aksi Nyata untuk Lingkungan yang Nyaman

Sejak pagi hari, para siswa dengan didampingi guru-guru tampak bersemangat membawa peralatan kebersihan. Mereka berbagi tugas, mulai dari menyapu halaman, mencabut rumput liar, hingga membersihkan fasilitas umum seperti selokan dan area trotoar di sepanjang jalan depan sekolah.
Kepala SLB Negeri Pembina Palembang menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter bagi para siswa.
“Kami ingin mengajarkan kepada siswa bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan melibatkan mereka langsung, anak-anak belajar menghargai kebersihan dan memahami bahwa fasilitas umum adalah milik bersama yang harus dijaga kondisinya,” ungkap beliau di sela-sela kegiatan.
Mempererat Kedekatan dengan Warga Sekitar


Kegiatan yang melibatkan pembersihan area di sekitar fasilitas umum ini mendapatkan respons positif dari warga sekitar. Aksi ini dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman bagi semua orang, tidak hanya bagi warga sekolah tetapi juga masyarakat yang melintas.
Selain membersihkan, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi mengenai pengelolaan sampah. Para siswa dibimbing untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke tempat yang tepat.
Dengan terlaksananya program ini, pihak sekolah berharap dapat terus memupuk kesadaran lingkungan yang berkelanjutan. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik dan mental bukan menjadi penghalang bagi siswa SLB untuk berkontribusi positif dalam menjaga bumi dan lingkungan sekitar.
Tinggalkan Komentar