Palembang, 27 April 2026 – Semangat pelestarian lingkungan merambah ke institusi pendidikan khusus. Hari ini, Tim Penilai Adiwiyata melakukan verifikasi lapangan di SLB Negeri Pembina untuk menilai komitmen sekolah dalam menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Kedatangan tim disambut dengan hangat oleh kepala sekolah guru dan staf serta warga sekolah lainnya.
Fokus Penilaian: Integrasi dan Inovasi
Tim penilai yang terdiri dari unsur Dinas Lingkungan Hidup didampingi Dinas pendidikan Provinsi Sumatera Selatan meninjau beberapa poin krusial, di antaranya:
Apresiasi untuk Inklusivitas
Ketua Tim Penilai mengungkapkan kekagumannya atas dedikasi para guru dalam membimbing siswa SLB Negeri Pembina untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan merawat tanaman.
“Adiwiyata di SLB memiliki nilai lebih. Ini bukan hanya soal lingkungan yang hijau, tapi bagaimana nilai-nilai ekologis ini menjadi bagian dari kemandirian dan karakter anak-anak hebat kita di sini,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Kepala SLB Negeri Pembina menyatakan bahwa partisipasi dalam program Adiwiyata ini bukan sekadar mengejar predikat atau penghargaan.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan inklusif. Kami ingin membuktikan bahwa sekolah luar biasa mampu menjadi pionir dalam gerakan penyelamatan lingkungan,” pungkasnya.
Kegiatan penilaian diakhiri dengan sesi diskusi dan evaluasi dokumen sebagai tahap akhir penentuan kelayakan SLB Negeri Pembina untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata.
Tinggalkan Komentar